efek semut

Selasa, 25 Desember 2012

Gambaran Yesus dalam Kitab Amsal






Amsal 3:11-15
Tema kitab Amsal adalah Hikmat untuk hidup dengan benar.

Kitab Amsal ditulis pada tahun 970-700 SM, penulisnya adalah Salomo yang menulis sekitar 3000 amsal dan 1005 kidung pujian, dan penulis lainnya adalah Ibu Raja Lemuel dan Raja Agur.
Kitab Amsal  terdiri dari 31 Pasal yang merupakan  Kumpulan Ucapan hikmat berbentuk nasihat dan bertujuan untuk mendidik, mengajarkan asas-asas dari kehidupan yang dijalankan dengan penuh rasa takut akan Tuhan.

Kata kunci Kitab Amsal adalah : Hikmat dan Kebodohan

Inti pengajaran Kitab Amsal yaitu :

1. Tuhan adalah sumber hikmat kita, 1 Korintus 1:30
    Apa yang kita peroleh jika Yesus sebagai sumber hikmat kita, yaitu Tuhan membenarkan , menguduskan dan kita
    dipermuliakan.

2.Orang percaya harus hidup dalam hikmat Allah, 1 Korintus 3:17-18
    Memberi hikmat, pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran , keadilan dan kejujuran sehingga :
    - orang yang tak berpengalaman dapat menjadi orang bijak. (Amsal 1:4).
    - Orang bijak dapat menjadi lebih bijak (Amsal 1:5-6).

Kesimpulan dari kitab amsal adalah mengajarkan tentang:

1. Kehidupan di dalam kebenaran, keadilan dan kejujuran
2. Arti dan tujuan kehidupan manusia
3. Akibat dari kemalasan
4. Kemuliaan dari seorang istri yang bijaksana
5. Pengetahuan yang tidak disertai dengan takut akan Allah merupakan suatu hal yang tidak berguna

Penggenapan di Perjanjian Baru:

1. Amsal 30 :4 digenapi di Yohanes 3:13
     Siapa kah yang naik ke Sorga lalu turun ,selain dari Tuhan Yesus sendiri




Yesus dalam Kitab Amsal sebagai Hikmat kita ,( Ps. Steve,  21 Juli'12

Gambaran Yesus dalam Kitab Mazmur

Gambaran Yesus dalam Kitab Mazmur

by Rita Elisabeth on Tuesday, August 7, 2012 at 12:03am ·




Kitab Mazmur ditulis paling banyak oleh Daud, dan ada 7 penulis lainnya yaitu Musa, Salomo, Asaf, Atan, Heman,anak-anak Korah. Dikatakan kitab terpanjang karena terdiri dari 150 pasal dan waktu penulisan nya pun sangat lama yaitu tahun 1450 - 430 SM yang sebagian besar ditulis pada tahun 1000 SM . Kata Mazmur berarti puji-pujian yang mencerminkan sebagian besar dari kitab inijil ini.

Kata kunci Kitab Mazmur adalah : pujian dan percaya. beberapa mazmur mengacu kepada Allah Mesias, yaitu Yesus Kristus tentang kedatangan, kematian dan kebangkitanNya.

Tema dari kitab Mazmur adalah:
- Dosa selalu merupakan pemberontakan terhadap Allah  dan akan dihukum
- Hidup dalam kebenaran yang disucikan dan membenci dosa.
- Sebuah hidup yang penuh pujian adalah sebuah hidup yang berkemenangan.
- Allah dapat dipercaya baik pada masa penderitaan maupun pada masa sukacita.

Ada 3 poin yang dapat dipelajari dari Kitab Mazmur yaitu:

1. Yesus gembala yang baik.
     Dalam Kitab Mazmur 23 dikisahkan tentang bila Dia menjadi Gembala kita , maka kita tidak perlu lagi takut  kekurangan
     karena Dia adalah Jehovah Jireh bagi kita semua.
2. Komunikasi melalui Kasih
    Mazmur 111, mengatakan Tuhan itu pengasih dan penyayang  kepada orang yang takut akan Dia.
    Mazmur 42, Seperti rusa yang merindukan air, begitu juga dengan kita yang haus dan lapar akan kasih Yesus.
3. Hidup yang berkemenangan yaitu sebuah hidup yang penuh dengan puji-pujian
    Naikkan pujian dan penyembahan mu kepada Allah dengan hati yang merendah sehingga hati Tuhan disenangkan
    dan percaya mujizat akan dinyatakan.

Penggenapan di dalam Perjanjian Baru:
1. Mazmur 34:20 digenapi dalam Yohanes 19:36, Tidak ada tulang Nya yang patah
2. Mazmur 41:9 digenapi  dalam Markus 14:10,    Dihianati oleh sahabat karib
3. Mazmur 69:22 digenapi dalam Yohanes 19:29, Mereka memberi aku minum anggur asam
4. Mazmur 109:8 digenapi dalam Kisah Para Rasul 1:20,     Biarlah jabatannya diambil orang
5. Mazmur 110:4 digenapi dalam Ibrani 6:20,  Engkau adalah imam untuk selama-lamaNya menurut Melkisedek


Jadikan Pujian dan penyembahan menjadi gaya hidup kita sebagai orang yang berkemenangan.

Yesus dalam Kitab Mazmur sebagai Gembala yang Baik (Ev. Magdalena, 20 Juli ' 12)

Gambaran Yesus dalam Kitab Ayub

Gambaran Yesus dalam Kitab Ayub

by Rita Elisabeth on Monday, August 6, 2012 at 12:09pm ·



Tema dari Kitab ayub :Mengapa orang benar menderita?

Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu Kitab Hikmat dan Syair dalam Perjanjian Lama. Dikatakan Kitab Hikmat karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat manusia. Dikatakan Kitab syair karena hampir seluruh kitab ini berbientuk syair , akan tetapi semua syair ini berdasarkan seorang seorang tokoh sejarah yang nyata.
Tempat terjadinya di tanah Us yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak dibagian tenggara laut Mati atau di sebelah utara Arabia. Jadi latar belakang Ayub bersifat Arab dan bukan Ibrani.

Ayub 42 :1-17

Ayub orang yang saleh, jujur ,takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Seharusnya orang seperti ini tidak lagi mengalami masalah dalam hidupnya tetapi untuk memuliakan Tuhan maka semua hal ini diijinkan terjadi padanya.
Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup sebagai orang percaya tidak akan ada persoalan , masalah tetapi Tuhan berjanji bila kita mendapat masalah maka Tuhan akan memberikan jalan keluardan kita tidak perlu khawatir dan takut karena kita mempunyai Yesus, Allah yang setia dan adil.

Ada 2 hal yang kita pelajari dari Ayub yaitu :
1. Kesabaran dari pada Ayub
    pada saat kita mengalami persoalan, kita berdoa menyerahkan pada Tuhan, tetapi seringkali kita melihat dan
    mengalami Tuhan sepertinya berdiam diri, tidak mau menjawab doa kita mengapa? Kadang sebagai manusia kita
    meragukan kesanggupan dan penyertaan Tuhan  tetapi dengar baik saudara, Tuhan ingin supaya kita naik level
    dan menguji kesabaran kita. Ayub mengalami hal yang tidak pernah dialami oleh manusia  lain tetapi Ayub memang
    luar biasa , dia punya kesabaran yang tidak ada pada orang  sejamannya . Ayub sabar menantikan janji Tuhan
   digenapi pada nya karena dia tahu Tuhan pasti akan memberikan yang  terbaik padanya. Bagaimana dengan kita,
   mari kita memiliki kesabaran seperti Ayub, walau apapun permasalahan yang sedang kita hadapi.

2. Hati dari pada Ayub
   Di sekeliling Ayub ada isteri dan teman-teman nya yang datang melihat keadaan dan penderitaannya. Mereka
   mengira Ayub melakukan dosa sehingga mengalami penderitaan yang luar biasa berat dan menyuruh bertobat,
   bahkan isteri nya menyuruh nya mengutuki Allah nya.  Ayub percaya bahwa ia mengenal Allah nya bukan dari apa kata
   orang saja dan pemulihan akan terjadi yang datangnya dari belas kasihan Allah dan bukan untuk menghukum.
   Derita Ayub berasal dari kejahatan  iblis. Mengapa murka Allah jatuh bukan pada Ayub tetapi pada teman-temannya?
   Karena Ayub adalah hamba Allah,yang mempunyai hubungan khusus dengan  Allah sebagai Tuannya. Jadi bila seorang
   hamba di hina berarti orang itu secara tidak langsung menghina tuan dari hamba itu. karena teman-teman Ayub
   menghina nya maka Tuhan akan menghukum apabila Ayub tidak mau mengampuni teman-temannya. Ayub memang
   orang berhati baik dia malah mendoakan teman-temannya sehingga Tuhan berkenan memulihkan keadaan Ayub.
   Saudara milikilah hati seperti Ayub yang tidak mau menyimpan kesalahan orang lain padanya dan mau mengampuni.

Kesimpulan dari kitab Ayub :
1. Iblis tidak berkuasa untuk mencabut nyawa seseorang
2. Allah mengijinkan anak-anaknya mengalami penderitaan utk menunjukkan keMahaKuasaanNya.
3. Penderitaan dapat menjadi suatualat utk membawakita pada pertumbuhan rohani yang lebih dewasa.
4. Dalam menyembah Allah yang benar  harus didasari ketulusan hati

Yesus dalam kitab Ayub sebagai Penebus hidup kita selama-lamanya (Ps. Garry Jordan ,19 Juli'12)

Gambaran Yesus dalam Kitab Ester


 ·



Tema dari Kitab Ester : Kepedulian Allah yang memelihara

Cerita mengenai Ester ini terjadi l pada tahun 460 - 400  SM. Ester adalah seorang wanita bangsa Yahudi , yang mendapat kasih karunia sehingga terpilih menjadi permaisuri Raja Ahasyweros menggantikan Ratu wasti yang dipecat karena tidak mau memperlihatkan kecantikan nya pada tamu-tamu Raja dalam suatu pesta.
Namun hidup yang dialami Ester juga tidak mulus karena selalu ada saja orang yang menginginkan orang yang lain binasa. Diceritakan Haman tidak menyukai bangsa Yahudi sehingga mencari cara untuk membinasakan bangsa pilihan Allah ini. Singkat cerita Ester terancam berikut semua bangsanya, tetapi Tuhan menyertai ketika kita merendahkan diri memohon tuntunan Tuhan, maka Tuhan akan meninggikan umatNya.
Ester beserta dayang dan semua bangsa Yahudi berpuasa 3 hari lamanya sebelum mengambil putusan. ternyata Allah memang dahsyat , Ia di pihak umat yang mau setia padaNya pasti membela dan melepaskan bangsa Yahudi dari pembantaian. Walaupun kuasa dan pemerintahan Allah jelas nyata sepanjang kitab ini, namun Nama Allah sekali pun tidak pernah disebutkan.
Begitu pun dengan Tuhan Yesus, Ia rela menyerahkan nyawaNya untuk melepaskan manusia dari tawanan iblis (belenggu dosa) dan memberikan Anugrah keselamatan  kepada saudara dan saya.Untuk itu mari kita meresponi, dengan menghargai pengorbananNya kita melayani Dia sesuai talenta yang ditaruh Tuhan dalam setiap hati kita.

Ada 3 hal yang dapat dipelajari dari seorang  Ester:
1. Membuat Keputusan
    Hidup ini penuh dengan keputusan, supaya lebih terarah. Sebelum membuat keputusan , kita harus datang
    merendahkan diri dihadapan Tuhan mencari wajah Nya agar dapat membuat keputusan yang terbaik.
2. Apa yang datang dalam hidup kita bukanlah suatu kebetulan.
    Apapun yang terjadi dan akan terjadi pada kita itu adalah rencana Tuhan yang indah bagi setiap kita. Sebab
    rancangan Nya adalah damai sejahtera.Tetap percaya pada Dia.
3. Tuhan punya maksud dan tujuan yang dahsyat
     Saudara kita harus percaya dan memegang janji Tuhan pada kita dgn iman.

Kesimpulan dari kitab Ester :

1. Allah tetap setia dalam memelihara dan menolong umatnya yang berada dalam kesusahan karena Allah itu Maha
     Kuasa (Omni Potent God), Maha tahu (Omni Science God), Maha Hadir (Omni Present God)
2. Kesombongan dan ketamakan akan menghasilkan kerugian bagi diri sendiri.


Yesus dalam Kita Ester sebagai Penyelamat umatNya (Ps. Paul , 18 Juli'12

Gambaran Yesus dalam Kitab Nehemia





Tema dari Kitab Nehemia : Pembangunan kembali tembok Yerusalem

Kitab ini ditulis sendiri oleh Nehemia. Nehemia termasuk dalam kelompok orang-orang Yahudi yang menjadi tawanan Babel yang dibesarkan di Persia. Nehemia telah mendapat kedudukan yang terhormat  sebagai pengangkat anggur atau juru minum bagi raja Artahsasta, ini merupakan jabatan kepercayaan yang tidak banyak orang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan raja. Nehemia adalah  seorang yang jujur, saleh, takut akan Allah.

Beberapa hal yang dipelajari dari Nehemia yaitu :
1. Melibatkan Tuhan
   Setelah mendengar keadaan kota Yerusalem yang rusak, ia terbeban untuk membangunnya kembali.
    Sebelum menghadap Raja Persia untuk meminta persetujuan raja untuk membangun tembok Yerusalenm yang hancur,
    Nehemia berpuasa dulu selama  4 bln,( wah dahsyat saudara. Kita saja puasa 40 hari , banyak yang tidak mau , tidak
    sedikit mengatakan puasa itu kan bukan suatu kewajiban, banyak yang mengatakan saya tdk mampu krn sakit maag
    dll, sehingga mereka tidak mengalami terobosan dan pertumbuhan dalam kehidupan rohaninya.)
    Karena doa-doa Nehemia Raja mengijinkan Nehemia membangun tembok kota Yerusalem dan mengangkat Nehemia
    menjadi Gubernur Yehuda. Ketika kita melibatkan dan mengandalkan Tuhan maka kita akan mendapatkan
   jabatan  yang lebih baik  karena Tuhan yang mempromosi.
2. peduli terhadap orang lain
    Nehemia sangat peduli pada bangsa nya baik keamanan dan pertumbuhan rohani mereka, itulah sebabnya Nehemia
    berhasil membangun tembok secara fisik dan juga tembok rohani imam-iman karena berpegang pada kehendak Allah.

Kesimpulan  dari kitab Nehemia :
1. Untuk memperoleh kemenangan dari tantangan yang berat melalui penyerahan ,percaya pada Tuhan dengan iman
    yang teguh.
2. Untuk menjadi pemimpin yang baik harus rajin berdoa mengandalkan Tuhan dan menjadi pelaku firman.
3. Allah mau dan bisa memakai siapa saja yang terbeban untuk pelayananNya.


Yesus dalam Kitab Nehemia sebagai Pembangun tembok kehidupan yg runtuh ( Ps. Herbert Baginda , 17 Juli'12)

Gambaran Yesus dalam Kitab Ezra






Tema dari  Kitab Ezra: Penyelamatan bagi kaum Israel yang tersisa

Kitab Ezra ditulis tahun 440 - 400 SM , oleh Ezra . ia adalah seorang Imam dan Nabi

 Kitab Ezra adalah bagian dari sejarah yang berkesinambungan dari orang Yahudi yang ditulis setelah masa pembuangan, terdiri atas 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia. Dalam PL Ibrani, Ezra dan Nehemia semulanya satu kitab sebagaimana halnya 1 dan 2 Tawarikh. Para ahli Alkitab pada umumnya beranggapan bahwa sejarah yang disajikan dalam kitab-kitab ini pertama-tama merupakan karya yang terilham dari seorang pengarang pada masa pascapembuangan. Sekalipun penulisnya tidak pernah disebutkan dalam Alkitab, tetapi hampir semua sumber Yahudi dan Kristen, serta juga banyak ahli modern, percaya bahwa pengarangnya adalah Ezra, imam dan ahli Taurat itu. Untuk keterangan lebih terinci mengenai peran Ezra sebagai pengarang.
Menurut tradisi, Ezralah yang mengumpulkan semua kitab PL menjadi satu unit, memulai bentuk ibadah yang dipakai di sinagoge dan mendirikan Sinagoge Besar di Yerusalem di mana kanon PL akhirnya ditetapkan. Ezra adalah seorang pemimpin saleh dengan kesetiaan yang kokoh dan kasih yang mendalam kepada Firman Allah. Sejarahnya yang tertulis dalam 1 dan 2 Tawarikh serta Ezra dan Nehemia menekankan tema pengharapan, kebangunan, pembaharuan, dan pemulihan umat Allah. Seluruh sejarah ini ditulis pada parohan kedua abad ke-5 SM.

Inti dari  Pengajaran  Kitab Ezra adalah :

- Pasal 1-6, Umat Allah kembali dari pembuangan di Babel dan membangun bait suci.
   Untuk menunjukkan Pemulihan  dan kesetiaan Allah dalam memulihkan kaum sisa Yahudi dari pembuangan mereka  di Babel.
   dengan cara
    1. menggerakkan hati Raja Persia utk membantu umat Allah utk kembali ke Yerusalem  membangun bait suci.
    2. menyediakan orang yang andal untuk memimpin pertobatan dari ketidaksetiaan kepada Allah.
- Pasal 7-10, Pembaharuan oleh Ezra atau bangsa Israel Untuk memulihkan Kehidupan kita sebagai bait Allah.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Kembalinya kaum sisa Yahudi ke negeri mereka dan pembangunan kembali bait suci menyatakan bahwa Allah senantiasa ingin memulihkan umat-Nya yang menyeleweng. Jalan-jalan-Nya mencakup bukan saja hukuman karena kemurtadan, tetapi juga pemulihan dan harapan bagi kaum sisa yang percaya, yang melaluinya Allah mengarahkan aliran penebusan pada jalan akhirnya. Prinsip ini dilihat dalam PB, di mana suatu kaum sisa Yahudi yang percaya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Mesias mereka, sedangkan arus utama penebusan disalurkan kembali dari orang Yahudi yang tidak percaya kepada orang bukan Yahudi di gereja mula-mula.
  1. Kesimpulan/penerapan
    1. Pemulihan kembali umat Allah dari pembuangan membuktikan bahwa Allah tetap setia dalam memberikan pengampunan kepada umat-Nya yang jatuh ke dalam dosa.
    2. Dengan melihat pembangunan Rumah Tuhan oleh Ezra, jelaslah bahwa Allah berkenan kepada pembangunan rumah-rumah ibadah kepada-Nya.
    3. Pernikahan anak-anak Tuhan dengan orang-orang yang tidak mengenal-Nya, merupakan dosa atau perzinahan di hadapan Allah.
    4. Pemulihan kembali umat Allah dari pembuangan, merupakan penggenapan Allah terhadap Firman-Nya, melalui nubuatan nabi-nabi-Nya.


Yesus dalam kitab Ezra sebagai Pemulih bait Allah (Ps. Han-han ,16 Juli '12

Gambaran Yesus dalam Kitab Tawarikh

Gambaran Yesus dalam Kitab Tawarikh

by Rita Elisabeth on Sunday, July 29, 2012 at 8:18pm ·




Tema dari kitab Tawarikh adalah Sejarah penebusan bangsa Israel dari Babel
 Kitab Tawarikh ditulis oleh Ezra, pada sekitar tahun 450 - 420 SM
Dalam kitab ini diceritakan mengenai dosa-dosa , Kesiapan Daud untuk membangun Bait Allah tetapi akhirnya Salomo yang berhasil melakukannya.

Ada beberapa makna yng dapat kita lihat dari kitab Tawarikh yaitu :

1. Data keturunan dari Adam
    Yesus adalah keturunan Adam yang diutus Bapa untuk membebaskan kita dari dosa, kutuk, dan dibebaskan dari
     tawanan menjadi orang merdeka.

2 . Daud duduk diatas tahta kerajaan Israel melambangkan Yesus datang untuk memerintah atas dunia dan hidup kita
   (Yesus adalah raja)

3. Mengenai Bait suci di Yerusalem (Matius 12:6)
    Yesus mengatakan akan merombak bait Allah dan membangunnya kembali dalam 3 hari  ( Yohanes 2:19) , artinya Bait
    suci adalah gambaran dari tubuhNya sendiri  yang akan mati dan  bangkit pada hari yang ke 3, untuk menjadikan kita
    yang terbaik.

Yesus dalam kitab Tawarikh sebagai Raja diatas segala Raja ( Ps. Yohanes S. Yaputra, 17 Juli '12)