efek semut

Selasa, 25 Desember 2012

Gambaran Yesus dalam kitab Raja-raja

Gambaran Yesus dalam kitab Raja-raja

by Rita Elisabeth on Sunday, July 29, 2012 at 3:14pm ·




Tema dari Kita Raja-raja : Raja-raja Israel dan Yehuda.

Kitab Raja-raja ditulis pada tahun 560 -550 SM, dan penulisnya tidak dikenal

Setelah beberapa waktu Hakim-hakim memerintah Israel, mereka kembali merengek pada Tuhan meminta seorang raja , mereka ingin diperintah oleh seorang raja seperti bangsa-bangsa lain. Akhirnya Samuel mengurapi Saul menjadi raja Israel yang pertama. Pada awalnya Saul mau mengikuti tuntunan Tuhan tapi lama kelamaan hatinya berubah , sehingga memilih Daud menjadi Raja yang kedua menggantikan Saul yang juga diurapi oleh Samuel. Hidup Daud sangat berkenan kepada Allah meskipun Daud pernah jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba dan membunuh Uria suami dari Batsyeba tetapi Allah tetap menyertai Daud, karena Daud mau mengakui kesalahannya saat ditegur oleh Nabi Natan . Salomo adalah Raja ketiga yang menggantikan Daud memerintah Israel, ia dikenal dengan hikmatnya yang di anugerahkan Allah pada nya. tetapi akhirnya Salomo meninggalkan Allah dan berpaling menyembah ilah-ilah istri dan gundiknya. Setelah kematian Salomo Israel terbagi dua yaitu Kerajaan Yehuda yang diperintah oleh Raja Rehabeam dan Kerajaan Israel yang diperintah oleh Raja Yerobeam.
Karena Israel kembali berbuat jahat di mata Tuhan maka Tuhan mengijinkan mereka mengalami kutuk sehingga mereka semua di angkut ke babel sebagai tawanan dan budak .

Ada 3 hal yang dapat dipelajari bila kita menjadikan Yesus sebagai raja yaitu :
1. Didalam pemerintahannya ada perlindungan dan Kemakmuran (Yohanes 12:17)
     Ketika Yesus menjadi Raja kita,jangan takut tidak ada kelemahan,tidak ada sakit penyakit, kita sudah terbebas dari
     kutuk dan dosa, Yesus sanggup mengatasi semua urusan keluarga, keuangan, masalah apapun datang pada Dia.
     Yesus adalah Raja yang lebih besar dari Salomo (Matius 12:42), Yesus adalah nabi yang lebih besar dari Elia (Matius
     17:5), Yesus adalah Imam untuk selamanya (Ibrani 7:15),Yesus sebagai raja yang terakhir dan  Dia adalah Raja yang
     paling tinggi(Wahyu 22:13). Mari ijinkan Yesus bertahta dalam hati kita maka semua yang terjadi akan baik.

2. Sadarilah bahwa dalam perkataannya ada kuasa.
    Jika Yesus jadi raja kita, Dia berfirman maka malaikat yang melaksanakan untuk kita, yang sakit disembuhkan, yang
    lemah dikuatkan , yang susah dihiburkan, yang miskin diperkaya. kita tinggal menadahkan tangan menerima dan akan
    dicurahkan keribaan kita.
    Tahukah anda mengapa Petrus bisa berjalan di atas air seperti Yesus? Karena Petrus percaya dengan iman , firman
    (perkataan) Yesus dan dia mulai berjalan diatas firman itu. tetapi manakala dia tdk berjalan diatas firman Tuhan , maka
    hati akan ragu dan dia jatuh tenggelam.

3. Percaya Yesus adalah Raja
    Sadarilah bahwa dalam hadirat Allah , hanya nama Yesus yang harus ditinggikan, dan musuh yang terbesar adalah diri
    kita sendiri. yang kadang selalu meninggikan diri,padahal semua hal  yang terjadi dan kemakmuran yang kita miliki
    adalah karena Yesus.

Yesus dalam Kitab raja-raja sebagai  Raja yang memiliki Kuasa Tuhan
                          (Ps. Billy Zakharian, 14 Juli '12)

Gambaran Yesus dalam Kitab Samuel

Gambaran Yesus dalam Kitab Samuel

by Rita Elisabeth on Thursday, July 26, 2012 at 5:40pm ·


Samuel Tells Eli that He Hears Him Call - I Samuel 3:1-9


Tema dari kitab Samuel : Pemerintahan Daud

Kitab ini ditulis Samuel, pada akhir abad ke 10

Samuel adalah anak dari Hana. Arti namanya adalah Allah Mendengar (Shama'=mendengar; El=Allah).
Hana menamai anaknya Samuel , untuk mengenang bahwa dia memohon nya dari Tuhan dengan tanpa henti sampai Tuhan memberikan jawaban doa nya. Begitupun dengan kita bila mendoakan sesuatu jangan mudah menyerah, tetap berharap pada Tuhan sampai sesuatu terjadi.

Setelah kekalahan bangsa Filistin oleh Israel , Imam Eli yang telah memimpin Israel sebagai hakim dan imam, mendadak meninggal setelah mendengat hukuman Allah yang menimpa anak-anaknya yaitu Hofni dan Pinehasdan dirampasnya tabut perjanjian.
Samuel yang menjadi pengganti Imam Eli telah dikenal oleh seluruh bangsa Israel dan telah dipercayakan jabatan Nabi Tuhan dan Hakim yang terakhir. Sejak kepemimpinan Samuel maka jabatan Nabi menjadi pentingdan digunakan sebagai alat Allah untuk menyampaikan kehendak Allah kepada Pemerintah dan umat Israel. Mengapa Samuel bisa berhasil dipakai oleh Tuhan, itu karena Samuel menjauhkan allah-allah asing  dari kehidupan bangsa Israel dan bersungguh-sungguh beribadah pada Tuhan ( 1 Samuel 7:3)
Mengapa Samuel selalu menang melawan bangsa filistin, karena Samuel tidak pernah berhenti berseru kepada Allah ( 1 Samuel 7:8). Mengapa Tuhan selalu mejawab Samuel , karena Samuel selalu mempersembahkan korban bakaran, Samuel selalu menghadirkan Tuhan dan mengandalkan Tuhan ( 1 Samuel 7 :10). Bagaimana dengan kita , apa yang menjadi halangan bagi kita untuk mengandalkan Yesus dalam setiap aspek kehidupan kita.
Samuel  hidupi diantara dua zaman yaitu zaman hakim-hakim dan zaman kerajaan yang telah mengurapi 2 raja Israel yaitu Saul dan Daud. Samuel juga bertindak sebagai imam yang menjadi penyambung antara Allah dan manusia. Yesus adalah Imam besar kita , kalau kita datang padaNya dengan merendah kan diri maka percaya saja apapun yang kita minta akan diberikan , karena kemenangan ada di pihak orang yang percaya pada Tuhan.

Hubungan kesamaan Samuel dan Yesus adalah

- Samuel, bertumbuh menjadi besar dan dikasihi oleh Allah dan manusia demikian pun dengan Yesus, Ia telah
   mempersembahkan dirinya sebagai korban penghapus dosa manusia yang sempurna dan tidak bercacat
   ( 1 Ibrani 9:11-14).

- Yesus memberitakan kabar baik kepada manusia sebagai penyambung lidah Allah (Yohanes 3:16), dan membawa
  perubahan dan pembaharuan dalam ibadah umat Israel pada masa itu.

- Ibadah kita bukan lagi menekankan pada hukum taurat tapi pada Kasih Karunia (Ibrani 8:10).

Mari saudara kita bawa hidup kita pada mezbah sebagai korban yang berkenan kepada Allah karena kita sudah dipindahkan dari gelap kepada terangNya yang ajaib dan sebagai pengantara kita adalah Yesus.


 Yesus dalam kitab Samuel sebagai Imam dan Nabi yang terpercaya (Ps. Rudy Montolalu, 13 Juli '12)

Gambaran Yesus dalam kitab Rut

Gambaran Yesus dalam kitab Rut

by Rita Elisabeth on Thursday, July 26, 2012 at 5:31pm ·



Tema dari Kitab Rut  : Kasih yang menebus

Kitab Rut ditulis sekitar abad ke 10 SM.
Peristiwa-peristiwa dalam Kitab Rut terjadi ketika para Hakim memerintah (Rut 1:1). Kitab ini  menceritakan mengenai sebuah keluarga Israel yang menghadapi bencana kelaparan yang hebat di . Melihat dan menyaksinya kesuburan tanah di Moab maka akhirnya Keluarga ini memutuskan untuk pergi dan menetap di Moab sebagai orang asing sampai musim kekeringan berakhir. Keluarga Elimelekh dan Naomi mempunyai 2 orang putra yang bernama Makhlon dan Khylion .
Namun suatu bencana menimpa mereka dimana Elimelekh sebagai kepala keluarga meninggal, tak lama kemudian kedua anaknya yang sudah beristri juga meninggal.Ke 3 janda ini tak beranak kemudian di tinggalkan  tanpa ada yang mewarisi dan meneruskan nama keluarga mereka,  Naomi merasa  sangat sedih . Lalu Naomi mendengar bahwa Tuhan telah kembali memperhatikan dan memberikan makanan pada umatNya di Betlehem, karena itu Naomi  mau kembali ke Betlehem , Orpa memilih kembali kepada allah kafirnya tetapi  Rut nekat mengikuti Naomi sebab merasa bangsa Naomi adalah bangsa nya juga, Tuhan nya Naomi adalah Tuhan dari Rut juga , berarti dia sudah bersedia meninggalkan semua berhalanya.

Sekilas mengenai bangsa Moab:
- Moab adalah bangsa yang asalnya dari Lot(ponakan Abraham) yang berhubungan dgn anak perempuannya sendiri
  (In sex), itulah  mengapa bangsa ini dikutuk oleh Tuhan.
- Moab tdk diijinkan masuk dalam bait Allah, tdk boleh bergaul dgn bangsa Israel
- Moab adalah musuh dr Israel (menjadi duri dalam daging bangsa Israel)
- Moab menyembah berhala

Beberapa hal yang perlu kita pelajari dari Rut :
- Rut seorang yang mempunyai keyakinan (iman ) yang kuat
- Rut seorang yang teguh dan rajin
- Rut seorang yang mempunyai kesetiaan yang tinggi dan sangat mengasihi Naomi

Mereka sampai di Betlehem tepat pada musim panen jelai. Lalu Rut meminta ijin untuk memungut jelai karena Naomi sudah terlalu tua untuk bekerja di ladang. Rut bekerja di ladang Boas yang adalah masih merupakan saudara dekat dari Elimelekh. Meskipun Rut mempunyai iman yang kuat, teguh , rajin dan kesetiaan namun semua itu tidak mengubah status Rut sebagai orang dari  bangsa Moab kecuali ada orang Israel yang rela menjadi penebusnya . Menurut adat bangsa Yahudi Boas seharusnya menikahi Naomi tetapi Naomi menyuruhnya menikahi Rut, dan atas perkenan Allah , Boas mau menebus nya dan mengangkat dia menjadi  istri nya. Rut melahirkan anak dari Boas dan dinamai Obed , ayah dari Isai atau kakek dari pada Raja Daud (Rut 4:17). Tahukah saudara dari garis keturunan Rut (bangsa Moab) inilah lahir seorang juru selamat dunia yaitu Yesus Kristus (Matius 1:5). Rut telah ditebus oleh Boas dari status hamba menjadi istri, dan kita telah  ditebus oleh Kristus Yesus untuk  menjadi mempelai Nya.
Apa dampak pekerjaan penebusan Allah:
1. Menjadi mempelai Kristus
2. Melahirkan turunan sampai kelahiran Kristus.
 Kesimpulan :

1. Allah yang setia, selalu memperhatikan dan memelihara kehidupan anak-anakNya.
2. Allah sejak dahulu telah merencanakan keselamatan kepada bangsa kafir (Moab).
3. Boas sebagai penebus kerabat adalah lambang dari penebus agung Yesus Kristus.


 Yesus dalam Kitab Rut sebagai Penebus kita (Ps.Robinson D, 12 Juli '12

Gambaran Yesus dalam Kitab Hakim-hakim

Gambaran Yesus dalam Kitab Hakim-hakim

by Rita Elisabeth on Friday, July 13, 2012 at 6:01pm ·





Kitab Hakim-hakim adalah lanjutan dari kitab Yosua.Kitab ini ditulis sekitar tahun 1050-1000 SM.  Dalam kitab ini  diceritakan mengenai keadaan umat Allah yang hidup menurut kemauannya sendiri dan memperlihatkan keadaan umat yang melupakan Allah .
Tema dari Kitab Hakim-hakim : Kemurtadan dan kemunafikan.

Inti Pengajaran dari Kitab hakim-hakim adalah :

1. Pasal 1- 3, Keadaan bangsa Israel sesudah kematian Yosua.
     Setelah hakim  yang memerintah mati , maka mereka mulai bernuat jahat lagi.
2. Pasal 3-16, Riwayat Hakim-hakim dan pekerjaanNya.
    Setiap kali  bangsa Israel membelakangi dan menyimpang dari jalan Tuhan maka bencana akan menimpa bangsa Israel
    seperti ditindas dan ditawan oleh bangsa-bangsa kafir, bangsa yang menyembah berhala. Karena keluhan atau
    kesengsaraan ini lah maka Tuhan membangkitkan hakim-hakim bagi mereka untuk menyelamatkan mereka dari
    perbudakan. Ada 12 Hakim yang dikirim Allah untuk memerintah mereka , ada 6 Hakim-hakim besar yang menghasilkan
    banyak kemenangan yaitu : Otniel , Ehud, Debora, Gideon, Jefta, dan Simson. ^ orang Hakim -hakim kecil yaitu :
    Samgar. Tola, Yair, Ebzan, Elon, Abdon.
3. Pasal 17-21, Kehidupan umat Allah dalam perbuatan bejatnya.

Apa tugas hakim-hakim itu? yaitu :
1. Membawa bangsa Israel kembali menyembah Allah yang hidup, sama seperti Yesus datang ke dunia untuk menebus
    dosa saudara dan saya dengan kematian Nya diatas Kayu salib,Yesus telah membayarnya lunas dengan harga yang
    sangat mahal yaitu darahNya sendiri.Dalam  Yesaya 64:6 ,dikatakan bahwa kebaikan manusia seperti kain kotor
    dihadapan Allah, jadi keselamatan bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan tetapi oleh Kasih Karunia Allah pada
    karena iman pada Yesus.

2. Sebagai pembebas Bangsa Israel, dari setiap perbudakan dan belenggu.
     Syukur pada Allah, Yesus mau jadi pembebas kita dan memberi jaminan (garansi) pada setiap kita , "Marilah kepada
     Ku yang semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepada Mu  (Matius 11:28). Ini
     undangan untuk setiap kita, mari responi supaya kita dapat mengalami pengurapan yang baru dari atas kepala sampai
     ke bawah setiap hari sebagai tanda kita telah dibebaskan dari perbudakan kuasa kegelapan.

3. Memimpin bangsa Israel sama seperti Yesus memimpin kehidupan kita.
    Selama Hakim yang memerintah masih hidup hidup bangsa Israel diberkati, tetapi bila Hakim nya sudah meninggal maka
    mereka mulai membelakangi Tuhan lagi (Hakim 2:18). Yesus mau tetap memimpin kita, meskipun sekarang Dia telah
    duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dengan mengirim Roph Kudus untuk tinggal dalam kehidupan org yang percaya.

4. Memimpin bangsa Israel dalam peperangan, begitu pun Yesus , Dia adalah Panglima perang kita dan kita percaya
    bahwa Roh Kudus ada didalam hidup kita dan menuntun kita sebab Tuhan selalu punya rencana yang baik untuk setiap
    kita untuk memerangi siasat dan panah api si iblis yang selalu ingin menghancurkan anak-anak Tuhan. Jangan pernah
    takut melawan iblis sebab Roh yang ada dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini.

5. Menghakimi bangsa Israel, seperti Yesus yang menghakimi setiap orang pada kesudahan dunia ini. Yesus akan menjadi
    Hakim yang adil bagi kita dan akan membela kita dihadapan Allah. Untuk itu mari saudara kita memperlihatkan hasil dari
    keselamatan dari Kristus yang kita terima secara cuma2 dengan cara bersaksi, menceritakan pekerjaan  dan kasih
    Yesus pada orang yang belum mengenalNya.

Ada 3 kebenaran dalam Kitab Hakim-hakim yaitu :
        1. Menjadi umat Allah berarti  Allah menjadi Raja  dan Tuhan kita
        2. Walaupun kita selalu jatuh, tidak taat, tetapi Allah tetap mengasihi kita dan memberi penyelamatan untuk berdiri
            dari kejatuhan.
        3. Ketika kita merendah , berdoa dan berbalik dari cara hidup yang jahat, Dia mendengar dari Sorga dan
             Memulihkan (2 Taw 7:14).

Penerapannya dalam Perjanjian Baru :
Kitab ini menyatakan suatu prinsip yang abadi yaitu ketika Allah memakai orang dengan luar biasa dalam pelayanan maka pasti Roh Tuhan akan turun keatasnya sehingga dia dapat melakukan perkara yang ajaib.


 Yesus dalam kitab Hakim-hakim sebagai Pembela dan Hakim yang adil (Ps. Robinson.D , 11 Juli '12)

Gambaran Yesus dalam Kitab Yosua

Gambaran Yesus dalam Kitab Yosua

by Rita Elisabeth on Thursday, July 26, 2012 at 5:19pm ·




Tema Kitab Yosua : Menaklukkan Kanaan

Kitab Yosua adalah kelanjutan dari Kitab Pentateukh (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan , Ulangan) yang berisi peristiwa Israel menyeberangi sungai Yordan, penetapan 12 suku Israel , kesetiaan Allah dalam menggenapi janjiNya kepada Israel, kitab ini ditulis sendiri oleh Yosua ,pada Abad ke 14 SM sesuai pengalaman yang dialaminya selama kira-kira 25-30 thn, lama sekali ya.

Yosua adalah salah seorang dari 12 orang pengintai yang dikirim Musa ke Kanaan untuk memata-matai tanah yang dijanjikan Tuhan. Nama Yosua berasal dari bahasa Ibrani yaitu Yehoshua, Yeshua. Arti nama Yosua sama dengan nama Yesus dan Hosea yang berarti Allah Penyelamat kita. Dari jaman Perjanjian Lama Allah sudah melibatkan Yesus lewat Yosua dan Janji Tuhan kepada Abraham , nenek moyang Yosua untuk menjadi bangsa yang besar dan memasuki tanah perjanjian dapat terwujud dibawah pimpinan Yosua setelah kematian Musa .

Inti Pengajaran dari kitab Yosua adalah :

1. Sebagai Benang merah yaitu sebagai Kapten Keselamatan Kita (Salvation), Yosua 2:18,21.
    Hanya Dia lah satu-satunya jalan keselamatan yang diberikan pada kita dibawah kolong langit ini (Kisah Para Rasul
    4:12) dengan beriman kepada Yesus.
2. Sebagai Tabut Tuhan berbicara mengenai Hadirat AllahYosua 3: 6,
    Mari kita hadirkan Yesus dalam keluarga, pekerjaan , keuangan dan seluruh aspek kehidupan kita karena Dia
    MahaHadir (Omni Present God).
3. Sebagai Panglima Bala Tentara Tuhan , Yosua 5:13-15
    Yesus adalah pemimpin yang luar biasa, Dia Maha Kuasa (Omni Potent God) , yang siap melindungi dan menudungi
    kita, jadi jangan pernah keluar dari kepemimpinannya supaya kita tidak jatuh dalam dosa.
4. Sebagai Allah yang selalu menggenapi janjiNya ,Yosua 23:14
    Dia bukan manusia yang selalu berdusta tetapi Dia Allah yang selalu menepati apa yang di firmankanNya (Bilangan
    23:19). Sebagai bukti Tanah perjanjian bangsa Israel yaitu Kanaan , menjadi milik bangsa Israel.

Kitab ini menekankan 3 kebenaran mengenai Hubungan Allah dan umatNya yaitu :
           1. KesetiaanNya
           2. KekudusanNya
           3. KeselamatanNya

Penggenapannya dalam perjanjian Baru:
Didalam perananNya  menuntun bangsa Israel memasuki tanah perjanjian Kanaan , Yosua menjadi lambang perjanjian lama dari Yesus yang berperanan untuk membawa banyak orang kepada kemuliaan.

Kesimpulan :
* Allah setia dalam memenuhi janjiNya
* Dosa sekecil apapun akan mendatangkan murka dan penghukuman Allah , bila tidak di akui dan mohon
   pengampunanNya.
* Hidup didalam iman kepada allah merupakan hidup yang dituntut Allah dari kita sebagai anak-anakNya.

Bagaimana dengan kita , mari Saudara kita hadirkan Pribadi Yesus sebagai pemimpin dalam kehidupan kita karena Dia Allah yang selalu menggenapi janjiNya , untuk mencapai tanah perjanjian kita yaitu Kerajaan Sorga

Yesus dalam Kitab Yosua sebagai Kapten Keselamatan kita
( Ps. Yohanes S. Yaputra, 10 Juli '12

Gambaran Yesus dalam KitabTaurat

Gambaran Yesus dalam KitabTaurat

by Rita Elisabeth on Thursday, July 26, 2012 at 5:17pm ·




Sebagian orang , termasuk saya hanya tahu nya bahwa Yesus itu hanya ada dan dibicarakan dalam Alkitab pada Perjanjian Baru saja. Saya ingin menyampaikan bahwa Yesus itu sudah ada pada Perjanjian Lama tetapi dengan simbol. Dalam Perjanjian Lama Yesus , hanya sebagai bayangan , sedang dalam perjanjian baru adalah  hakekatnya yaitu penggenapannya..
Mari kita simak :
1. Dalam Kitab Kejadian , Yesus dinyatakan sebagai benih perempuan (Kejadian 3:15)
    Awal dari kejatuhan manusia adalah karena Hawa ditipu oleh ular maka Tuhan membuat perjanjian
    antara perempuan itu dgn ular dimana keturunan wanita yaitu Yesus, yang  akan meremukkan iblis dengan kematian
    nya di kayu salib dan bangkit pada hari ke 3 sehingga iblis benar-benar dipermalukan dan kita anak-anak
    tebusan Tuhan diciptakan menjadi  umat yang  lebih dari  pemenang.
2. Dalam Kitab Keluaran , Yesus sebagai domba Paskah(Yohanes 3:16)
    Gambaran Yesus sebagai anak domba Allah, yang mati dan darahNya tercurah untuk menghapus dosa saya dan
    saudara dan menjadi pendamai antara Allah dan  manusia.
 3. Dalam Kitab  Imamat, Yesus dinyatakan sebagai Imam Besar (Ibrani 9:1)
    Yesus telah mempersembahkan dirinya sendiri mati  di kayu salib, sekali untuk selamanya dan untuk menebus dosa-
    dosa  saudara dan saya.
4. Dalam Kitab Bilangan, Yesus dinyatakan sebagai Tiang awan dan Tiang api (Bilangan 14:14).
    Yesus adalah Imanuel yg selalu menyertai kita sampai kesudahan Alam (Matius 28:20)
5. Dalam kitab Ulangan, Yesus dinyatakan sebagai nabi seperti Musa.
    Yesus melakukan apa yang musa telah lakukan yaitu membebas kan bangsa Israel dari perbudakan Firauan dan Yesus
    telah menebus  kita dari dosa keturunan.

                           (Ps. Elisa Tampilang, 9 Juli '12)

MENGAPA ADA 4 INJIL??

MENGAPA ADA 4 INJIL???



Keempat Injil, sebagaimana diketengahkan secara berurutan di dalam Perjanjian Baru adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.
Pertanyaan yang sering diajukan adalah, mengapa empat?
Tidakkah satu saja memadai? 


Lukas menjelaskan pada awal dari tulisannya bahwa dia menyadari adanya tulisan-tulisan lain tentang kehidupan Yesus. 
Tetapi dia juga mengatakan bahwa masing-masing tulisan ini didasarkan pada laporan yang disampaikan oleh para saksi mata "seperti yang telah disampaikan kepada kita" (Luk. 1:1-3).

Pada sekitar pertengahan abad kedua, jumlah tulisan-tulisan tentang riwayat kehidupan Yesus yang disebarluaskan menjadi lipat kali ganda banyaknya, tetapi hanya empat yang memiliki meterai saksi mata dan otoritas dan memenuhi persyaratan untuk diakui sebagai tulisan Injil yang asli dan dapat dipercaya.
Origen, (sebagaimana dicatat oleh Eusebius, Historia Ecclesiastica, VI, 25, dalam International Standard Bible Encyclopedia, dikutip dari Quick Verse 6.0) mengatakan "Keempat Injil, itu sajalah yang diterima dengan tanpa diperdebatkan oleh gereja Allah di bawah langit.
" Dalam kenyataannya, keempat Injil tersebut merupakan inti dari apa yang oleh Justin Martyr disebut sebagai "Memoirs of the Apostles" (Riwayat hidup yang dicatat oleh para Rasul) yang "dibaca setiap minggu di dalam perkumpulan orang-orang Kristen," dan oleh Irenaeus dianggap sebagai empat "pilar" dari Gereja (Justin Martyr, Irenaeus, ISBE, dikutip dari Quick Verse 6.0).



Keterangan ringkas sehubungan dengan keempat Injil dimaksud adalah sebagai berikut :

MATIUS
Menurut tradisi Gereja mula-mula, Injil pertama yang di daftar dalam Perjanjian Baru ditulis oleh Matius, salah satu dari murid Yesus.
Pada mulanya diperkirakan ditulis dalam bahasa Aram untuk Gereja di Galilea, dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Gerika, agar dapat dipergunakan secara lebih luas oleh umat Kristen di seluruh dunia.
Di dalam Injil Matius banyak dijumpai istilah- istilah Aram yang sangat dikenal dan adat kebiasaan masyarakat Yahudi pada abad pertama.

MARKUS
Tradisi mengklaim dengan kredibilitas yang tinggi, bahwa Injil Markus ditulis oleh "Yohanes yang disebut juga Markus" (Kis. 12:25), masih ada hubungan keluarga dengan Barnabas (Kol. 4:10).
Berdasarkan tradisi awal, dia bertindak sebagai juru tulis atau sekretaris Petrus.
Oleh karena itu, Injil yang ditulisnya tidaklah salah kalau disebut juga sebagai catatan dari pengajaran Petrus tentang Injil.

LUKAS
Sebagaimana kita lihat dari catatan pendahuluan, Injil ini secara spesifik ditujukan kepada seorang yang bernama Teofilus -- "supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar" (Luk. 1:3-4).
Injil ini ditulis dalam bahasa Gerika yang sangat bagus, menunjukkan ciri seseorang yang benar-benar ahli (beberapa mengatakan "bahasa sarjana"), dan penulisnya adalah Lukas, "tabib (atau dokter) yang kekasih" (Kol. 4:14).
Sebagai seorang tabib atau dokter, Lukas barangkali memiliki kesempatan untuk berbicara mengenai hal-hal atau perkara-perkara yang bersifat pribadi dengan ibu Yesus, dan pandangan-pandangan Maria lebih banyak direfleksikan di dalam Injil tulisan Lukas daripada di dalam ketiga narasi yang lain.

YOHANES
Dari keempat Injil, Injil tulisan Yohanes adalah unik, karena mencatat banyak aspek dari kehidupan Yesus yang tidak dijumpai di dalam ketiga narasi yang lain.
Sejak awal penulis dikenal sebagai Rasul Yohanes, dan biasanya dikenal sebagai "murid yang dikasihi Yesus" (Yoh. 13:23; 19:26; 20:2,7,20). Maksud tujuan dari Injil yang ditulis oleh Yohanes adalah "supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup di dalam nama-Nya" (Yoh. 20:30-31).



Selanjutnya, sebagai tambahan informasi:
Di dalam Yehezkiel 1:10, dijumpai deskripsi mengenai "empat makhluk hidup" sekeliling takhta Allah, masing-masing mempunyai empat muka.
Empat muka itu dijelaskan sebagai berikut:
"Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
" Para penafsir Alkitab mengatakan bahwa ini juga merupakan suatu gambaran yang indah sehubungan dengan sifat dari empat Injil.

MATIUS
Muka singa - Injil ini menampilkan Yesus sebagai sebagai pewaris takhta Daud - "Singa dari Yehuda" (Why. 5:5).
Ditujukan terutama untuk orang-orang Yahudi dan menekankan Yesus sebagai Raja.

MARKUS
Muka lembu - Injil tulisan Markus ini ditujukan pada orang-orang Roma, dan menampilkan Yesus sebagai hamba dari semua.

LUKAS
Muka manusia - Injil tulisan Lukas ini menampilkan Yesus sebagai manusia yang sempurna, karena ditulis terutama untuk orang-orang Gerika.

YOHANES
Muka rajawali - Injil Yohanes berfokus pada keilahian Kristus, sebagai Anak Allah yang kekal yang datang ke dunia dalam wujud manusia, dan dimaksudkan untuk dibaca oleh orang-orang Kristen.

Masing-masing Injil mempunyai maksud tujuan yang berbeda, yang mempertajam isi dari narasi. Namun demikian, riwayat yang ditulis tetap sama.
Semuanya saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang Yesus, Sang Juruselamat.



oleh : Paulus Trimanto Wibowo, M.Div., MACS, M.Th.
dari : Majalah Rohani Bahana edisi Maret 2002